contoh laporan karangan

LAPORAN

“Mengidentifikasi Jenis-jenis Karangan”







Di Susun Oleh :
1. Ade Lukman
2. Siti Fauziah
3. Rian Kustiana
4. Yeti Rosmiati
5. Yunita Burhan
6. Deden Deki Daeni
Kelas XI MM 2


SMK BISNIS DAN MANAJEMEN NUURUL MUTTAQIIN
Jl.Raya Cisurupan No.160
Telp(0262) 576327
Cisurupan - Garut
I. TUJUAN
Selain untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia,laporan ini bertujuan untuk memberikan keteranagan dan informasi mengenai “Jenis-jenis Karangan” kepad apembaca.
Harapan kami, semoga laporan ini dapat turut memberikan wawasan yang berharga , dala upaya kita ntuk menambah ilmu pengetahuan.

















Ciurupan , 1 Mei 2010


Penyusun




II . WAKTU,TEMPAT DAN PESERTA

A . WAKTU
Laporan ini di susun pada :
Hari / tanggal :Senin,26 April s/d jumat 30 April 2010
B . TEMPAT
Penyusun lapora ini bertempat di Kampus SMK NUURUL MUTTAQIIN CISURUPAN.

C . PESERTA
Peserta pembuatan laporan ini berjumlah 2 orang, dengan susunan :
1. Ade Luckaman, kelas XI MM 2
2. Siti Fauziah, kelas XI MM2

III . KEGIATAN
Kegiatan pada pembuatan laporan ini di lakukan denagn cara mencari sumber data dan fakta mengenai jenis-jenis karangan,adapun kegiatannya sebagai berikut :
Hari Senin – Rabu :Pencarian sumber data atau informasi jenis-jenis karangan.
Hari Kamis – Jumat :Penyusuna laporan.

IV . HASIL LAPORAN
Berdassarkan judul laporan yaitu Mengidentifikasi Jenis-Jenis Karangan, karangan di bedaka menjadi lima jenis, yaitu Deskripsi,Narasi,Eksposisi,Argumentasi,dan Persusuasi.








A . KARANGAN DESKRIPSI
Karangan Deskripsi adalah karangan yamg berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan secara terperinci seingga pembaca seolah-olah melihat,merasa,atau mendengar hal tersebut.Melalui karangan deskripsi penulis berusaha melukiskan,memberikan atau membeberkan sesuatu yang menjadi objek pembicaraan.Dengan kata lain,penulis dapat melukiskan suatu objek tertentu sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri gambar atau peristiwa tersebut.Dalam suatu karangan deskripsi penulis harus berusaha memindahkan kesan-kesan,hasil pengamatan,serta perasaan kepada pembaca dengan menyampaikan sifat dan semua perincian yang di temukan pada objek tersebut.
Sasaran yang ingin di capai oleh penulis deskripsi adalah menciptakan atau memungkinkan tercapainya daya imajinasi atau daya khayal pembaca,seakan-akan melihat atau mengalami sendiri objek yang di deskripsikan penulis.
Deskripsi dapat di kembangkan dengan pola observasi dan focus.Deskripsi observasi di kembangkan dengan melakukan pengamatan terhadap objek yang akan di deskripsikan.Setelah itu,berusaha melukiskan objek yang di amati agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri apa yang di lukiskan.
Deskripsi focus di lambangkan dengan berusaha menonjolkan suatu bagian objek yang di deskripsikan sehingga perhatian pembaca tertarik pada bagian objek yang di deskripsikan itu.Deskripsi di lakukan menggunakan pilihan kata atau kalimat yang menarik perhatian pembaca.
Contoh Teks Deskripsi :
Beberapa penggalan dan pulau seluas 65 hektar itu,nahkoda memutar-mutar kemudi.kapal berkelok-kelok di bibir pantai.ketika kapal benar-benar merapat di bibir pantai.Ketika kapal benar-benar merapat segeralah terasa bau tanah dan suara desir nyiur.Tiga pulau kecil (penyu,lampu dan layak) mengepung pulau Berhala yang berda di tengah.




B . KARANGAN NARASI
Narasi adalah jenis karangan yang menyajikan serangkaian peistiwa yang di susun menurut urutan waktu.Peristiwa yang di sajikan itu dapat benar-benar terjadi atau hanya hasil rekaan atau khayalan pengarang.
Berdasarkan materi pengembangannya,narasi di bedakan atas narasi sugestif dan narasi ekspositoris.Narasi sugestif adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristwa imajinatif dengan menggunakan bahasa yang indah,sepert cerpen dan novel.Narasi sugestif juga di ssebut narasi fiktif karena mengisahkan suatu hasil rekaan,khayalan atau imajinasi pengarang.Narasi ekspositoris adalah narasi yang menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian dengan menggunakan bahasa yang lugas.Narasi ekspositoris disebut juga narasi nonfikti.Yang termasuk narasi ekspositoris atau nonfiktif diantaranya biografi,autobiografi,dan laporan perjalanan.
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
 Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
 Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
 Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.[rujukan?]
1. (What) Apa yang akan diceritakan,
2. (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3. (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4. (Who) Siapa pelaku ceritanya,
5. (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6. (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.
Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

C . KARANGAN EKSPOSISI
Karangan eksposisi adalah jenis karangan yang berusaha menerangkan atau menjelaskan pokok fikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca agar pembaca dapat memahami suatu informasi sejelas-jelasnya,maka eksposisi dapat di sertai dengan contoh,grafik atau bentuk fakta dan data lainny.
Berdasarkan isinya eksposisi di bedakan menjadi eksposisi proses,eksposisi sebab-akibat,dan eksposisi ilustrasi.
Eksposisi proses adalah paparan yang menjelaskan rangkaian tindakan,perbuatan,atau pengolahan yang menghasilkan suatu produk.Eksposisi ini biasanya di ururtkan secara kronologis.Eksposisi Sebab-akibat dapat di analisys dengan memecahkan objek yang akan di jelaskan menjadi beberapa peristiwa dengan hubungan sebab akibat,sedangkan Eksposisi ilustrasi adalah paparan (penjelasan) tambahan untuk memperjelas uraian.
Contoh Teks Eksposisi Proses
Pada system hidroponik media tanam yang paling umum di guanakan adalah pasir yang bersih dan steril.Bahan tersebut di masukkan ke dalam kantong plastic (polybag) ukuran 40x30 cm.Sebelumnya,benih melon di semaikan dahulu selama 4-3 minggu.kemudian benih di tanam di polybag.
Sumber : CV Haka.MJ,2006 “Modul Bahasa Indonesia”,Solo.

D . KARANGAN ARGUMENTASI
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokongopini tersebut.
Langkah menyusun argumentasi:
1. Menentukan topik/tema
2. Menetapkan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

Contoh tema/topik yang tepat untuk argumentasi:
 Disiplin kunci sukses berwirausaha,
 Teknologi komunikasi harus segera dikuasai,
 Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Contoh karangan argumentasi pada umumnya:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia
E . KARANGAN PERSUASI
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Langkah menyusun persuasi:
1. Menentukan topik/tema
2. Merumuskan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan
5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
Contoh tema/topik yang tepat untuk persuasi:
 Katakan tidak pada NARKOBA,
 Hemat energi demi generasi mendatang,
 Hutan sahabat kita,
 Hidup sehat tanpa rokok,
 Membaca memperluas cakrawala.
Contoh karangan persuasi pada umumnya:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

V . KESIMPULAN
Kesimpulan dari hasil laporan ini adalah kita harus biasa membedakan antara karangan yang telah di sebutkan sebelumnya agar kita bisa memahami dan mengerti ketika kita akan membuat karangan secara tertulis.
Perlu diketahui bahwa dalam kenyataan berbahasa,jarang sekali di temukan karangan yang murni deskripsi,murni narasi,murni eksposisi,murni argumentasi atau murni persuasi.Kebanyakan karangan itu berciri utama slah satu karangan jenis tersebut,yang di dalamnya juga terdapat unsur-unsur jenis karangan yang lain,sekalipun tidak dominan.

VI . SARAN
Setelah anda membaca laporan ini,kami berharap laporan ini dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada anda mengenai jenis-jenis karangan.Untuk itu segala tegur sapa,kritik dan saran yang bersifat konstruktif akan sangat kami hargai dalam rangka penyempurnaan laporan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar